Cara Diet Yang Benar, No 3 Paling Penting

Cara diet yang benar kini banyak diminati oleh masyaratakat luas. Pasalnya tidak hanya berguna untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal, namun juga lebih sehat. Cara diet yang benar juga bisa dijadikan pola hidup sehat jangka panjang. Keuntungan jangka panjang yang ditawarkan diet inilah yang diincar. Pun saat ini juga sudah banyak public figure yang memperkenalkan cara diet sehat, enak, dan menyenangkan. Lihat saja bagaimana Dewi Huges dengan cara diet makanan real food-nya atau Jennifer Bachdim dengan pola hidup sehatnya ketimbang memilih diet ketat stop makan.

Pola hidup sehat, bisa dilakoni seumur hidup. Tanpa memberikan efek samping berbahaya atau efek yoyo untuk bentuk tubuh. Sebaliknya, diet ekstrim biasanya memang memberikan efek turun berat badan yang cepat, namun memiliki efek yoyo. Dan bahayanya, tidak baik untuk tubuh. Pasalnya tubuh dipaksa tidak menggunakan nutrisi yang sebenarnya dibutuhkan.

Cara diet yang benar berikut bisa Anda ikuti untuk jangka panjang. Tubuh bisa lebih bugar dan berat badan ideal bisa menjadi bonus.

Cara Diet Yang Benar

Berikut 5 Tips Cara Diet Yang Benar:

  1. Kurangi Konsumsi Karbohidrat

Kebiasaan masyarakat Indonesia adalah konsumsi berlebih karbohidrat. Tidak percaya? Coba saja lihat porsi makan sehari-hari. Komposisi nasi, lauk, dan sayur yang biasa dikonsumsi untuk makan, sebenarnya tidak seimbang. Tidak jarang orang yang berpikir ‘yang penting kenyang’, makanya nasi putih banyak, sayurnya sedikit, apalagi lauknya. Akhirnya bukannya 4 sehat, 5 sempurna yang diperoleh, tapi kelebihan karbohidrat dalam tubuh.

Kelebihan karbohidrat dalam tubuh bisa menyebabkan gula darah, masalah pencernaan, dan yang paling mengerikan adalah penimbunan kalori dalam bentuk lemak tubuh. Sebenarnya berapa sih kebutuhan karbohidrat dalam tubuh?

Kebutuhan karbohidrat setiap manusia itu berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh aktivitas, tinggi badan, dan berat badannya. Namun untuk acuan umumnya, untuk perempuan dewasa rentang usia 19-49 Tahun sekitar 309-323 gr/hari. Sedangkan untuk laki-laki dengan rentang usia sama, dibutuhkan 375-394 gr/hari.

Lalu bagaimana jika saat makan pagi konsumsi nasi putih 100 gr, makan siang 100 gr, dan malam nasi ptuhnya 100 gr juga? Ingat, sumber karbohidrat tidak hanya pada nasi saja. Karbohidrat bisa diperoleh dari roti, mie, gandum, pasta, kentang, jagung, wortel, brokoli, bayam, dan olahan susu.

Karbohidrat sangat dibutuhkan tubuh untuk tenaga dan otak, namun jumlahnya harus sesuai. Untuk yang ingin menurunkan berat badan, bisa memenuhi kebutuhan karbohidratnya sekitar 225 gr/hari.  Anda bisa memulainya dengan mengurangi konsumsi nasi putih (nasi putih cepat dipecah tubuh dan menghasilkan gula yang bisa membebani). Anda bisa menggantinya dengan nasi merah, oat, roti gandum, atau kentang rebus.

  1. Atur Konsumsi Gula

Cobalah stop mengonsumsi makanan dan minuman manis. Dengan menghentikan konsumsi gula, berarti Anda sudah memberikan kesempatan tubuh untuk melakukan detoksifikasi alami. Hal ini karena gula ketika dikonsumsi bisa menghambat pembuangan racun, menurunkan kemampuan sel darah putih dalam menjalankan fungsinya.

Gula juga memiliki sisi jahat lainnya. Yakni membuat si pemakannya akan terus merasa cepat lapar. Jadi tidak heran jika Anda makan kue manis, sejam kemudian sudah lapar dan ingin makan nasi. Padahal ketika konsumsi gula berlebih, tubuh akan menyimpannya dalam bentuk lemak dalam tubuh.

Lalu apakah tubuh manusia tidak membutuhkan gula? Sebenarnya sangat butuh, namun hanya sekitar 50 gram atau setara dengan 5-9 sendok teh per harinya. Anda bisa mencukupi kebutuhan tersebut dengan mengonsumsi buah.

Dengan mengurangi konsumsi gula, akan banyak sekali manfaat yang diperoleh selain bisa menurunkan berat badan. Yakni Anda bisa tampak lebih muda, jarang sakit, menurunkan risiko diabetes, kemungkinan hidup lama, tidur nyenyak, lebih bersemangat, dan merasa lebih bahagia. Jadi bohong jika ada yang mengatakan, saat stress cara terbaik menguranginya adalah makan manis. Faktanya justru yang terjadi sebaliknya saat Anda mengonsumsi makanan manis berlebihan.

  1. Air Putih Harus Cukup

Tubuh manusia itu didominasi oleh air. Jadi jangan sampai kekurangan air dalam tubuh. Air sangat dibutuhkan tubuh untuk membantu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi. Air putih ini tidak bisa diganti dengan kopi, teh, maupun jus. Pasalnya kandungan nutrisinya sudah berbeda.

Manusia minimal membutuhkan 2 liter air putih. Dengan mengonsumsi 2 liter air sama dengan membantu membakar 96 kalori tiap hari. Untuk yang sedang menjalankan diet, bisa mengonsumsi 3 liter air setiap hari. Air putih bisa membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Konsumsi air putih cukup setiap hari juga bisa mengurangi lingkar perut. Minum air putih sangat baik untuk mencegah dehidrasi, kulit lebih segar, saraf dan jaringan tubuh terlindungi, serta membantu pembuangan sisa makanan.

  1. Sayur Dan Buah Harus Cukup

Konsumsi buah dan sayuran juga sangat penting lho untuk cara diet yang benar. Pasalnya buah dan sayur mengandung nutrisi baik dalam tubuh. Selanjutnya, kedua jenis makanan ini memiliki kandungan serat.

Sayur dan buah bisa digunakan untuk menggantikan cemilan, perasa manis buatan, serta sebagai sumber karbohidrat yang baik (selain nasi putih). Buah dan sayur juga bisa dimanfaatkan tubuh untuk menurunkan tekanan darah, risiko jantung, diabetes, menyehatkan mata, serta melawan kanker.

Hanya saja ada beberapa buah yang memang memiliki kandungan gula tinggi. Jadi untuk mengonsumsinya jangan berlebihan atau pilih waktu yang tepat (misalnya siang hari saat tubuh membutuhkan tenaga besar). Misalnya saja melon, dan semangka.

  1. Pola Hidup Sehat

Cara diet yang benar selanjutnya adalah mulailah tata pola hidup Anda selama ini untuk. Mulailah dengan bangun pagi, lalu minum segelas air putih hangat (bisa ditambah dengan irisan lemon) dalam kondisi perut kosong (harus sambil duduk agar air bisa membersihkan organ pencernaan). Kemudian dilanjutkan dengan olahraga. Tidak perlu yang berat, Anda bisa jogging keliling lingkungan tempat tinggal atau aerobic sendiri di rumah. Olahraga pagi dinilai lebih sehat ketimbang siang atau malam. Hal ini karena udara pagi masih bersih. Ditambah lagi, sinar matahari pagi juga akan sangat membantu proses pembakaran dalam tubuh.

Manfaat lainnya dari olahraga ketika perut kosong adalah meningkatkan energi dan membangun masa otot. Jadi usahakan melakukan olahraga pagi rutin selama 30 menit setiap pagi agar proses metabolisme tubuh lancar.

Setelah melakukan olahraga, jangan lupa untuk sarapan. Jangan langsung bebani tubuh Anda dengan mengonsumsi makanan berat. Saat pagi akan baik jika mengonsumsi makanan yang mudah dicerna tubuh. misalnya saja telur, buah, dan sayur. Minum segelas jus hijau juga sangat bagus untuk tubuh. sarapan juga salah satu aktivitas yang wajib dilakoni penggiat diet.

Selanjutnya, saat malam hari, sebaiknya tidak makan lebih dari pukul 18.00. Agar memiliki jeda 2-3 jam antara makan malam dan waktu tidur. Untuk menjalani cara diet yang benar ini juga harus memperhatikan jam istirahat. Tidak boleh kurang atau kelebihan.

Istirahat malam sebaiknya 7-8 jam saja. Hal ini karena hormon kortisol (hormon stress) akan meningkat. Akibatnya tubuh akan diinstruksikan untuk merasa lapar terus. Makan saat malam hari hanya akan membebani organ pencernaan Anda. Karena lelah, kemudian menginstruksikan Anda untuk tidur. Maka terjadilah proses penernaan yang tidak sempurna dan penumpukan lemak tubuh akan terjadi.

Kesaksian Bu Rahma Turun 20kg DENGAN CEPAT dan Hasil Permanen dengan Program Smart Detox Yuk tonton video dibawah ini

Klik Disini Untuk Program Smart Detox